Lingua Forge Ingenium
Lingua ForgeIngenium
Indonesia

Belajar

Present Perfect vs Simple Past: Kapan Memakai Keduanya

Dua tense yang paling sering tertukar, dijelaskan lewat satu ide sederhana: waktunya sudah ditutup atau masih terbuka.

Present perfect dan simple past tertukar bukan karena bentuknya rumit, melainkan karena keduanya sama-sama berbicara tentang masa lalu. Bedanya terletak pada satu hal saja: apakah rentang waktu yang kamu bicarakan sudah ditutup, atau masih terbuka sampai sekarang.

Bandingkan dua kalimat ini. I lived in Bandung menempatkan masa itu di belakangmu; kamu pernah tinggal di sana, dan sekarang tidak lagi. I have lived in Bandung membiarkan rentangnya terbuka: entah kamu masih di sana, atau pengalaman itu masih dihitung sebagai bagian dari hidupmu sampai hari ini. Bentuknya nyaris sama, tetapi yang tersampaikan berbeda.

Karena itu, penanda waktu sering menentukan pilihannya untukmu. Yesterday, last year, in 2019, dan two hours ago menutup rentangnya, sehingga kalimatnya menuntut simple past. Sebaliknya ever, never, just, already, yet, dan so far menjaga rentang itu tetap terbuka, dan berpasangan dengan present perfect.

Kesalahan yang paling sering muncul lahir tepat di sini: memakai present perfect untuk peristiwa selesai yang waktunya disebut. I have finished the report yesterday terdengar wajar di kepala, tetapi yesterday sudah menutup rentangnya, sehingga kalimatnya harus berbunyi I finished the report yesterday. Simpan present perfect untuk kalimat yang tidak menyebut kapan persisnya, seperti I have finished the report, yang menekankan hasilnya sekarang alih-alih waktunya.

Kalau ragu di tengah percakapan, tanyakan satu hal pada dirimu sendiri: apakah aku sedang menyebut kapan kejadiannya? Kalau ya, pakai simple past. Kalau yang ingin kamu sampaikan adalah pengalamannya atau akibatnya yang masih terasa sekarang, present perfect adalah pilihannya.

Lihat semua artikel

Tanya Lifi